Category

News
Impor sampah atau limbah nonbahan berbahaya dan beracun (B3) untuk kelompok kertas dan plastik masih dilakukan sejumlah negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan Basis Data Statistik Perdagangan Komoditas Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Comtrade), pada 2022 volume impor sampah plastik Indonesia mencapai lebih dari 194.000 ton. Laporan dari Global Initiative Against Transnational Organized Crime tahun 2021 mencatat, impor sampah...
ECOTON mendesak pemerintah untuk segera menetapkan Baku Mutu Mikroplastik, sebagai langkah strategis untuk mengurangi dampak pencemaran ini. Baku mutu mikroplastik yang diusulkan bertujuan untuk menjaga kualitas air, udara, serta produk pangan, sehingga dapat melindungi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Pencemaran mikroplastik yang meresap ke dalam air, udara, makanan, dan tubuh manusia menuntut adanya regulasi yang...
Indonesia Sedang darurat mikroplastik, dimana pencemaran plastik telah mencapai skala nasional dan berdampak serius pada kesehatan manusia serta lingkungan. Berdasarkan berbagai data terbaru, mikroplastik telah menyebar luas ke dalam air, udara, makanan, bahkan tubuh manusia. Mikroplastik terbagi menjadi 2 yaitu mikroplastik primer dan sekunder, sumber mikroplastik tersebut adalah dari sampah plastik, limbah cair industry (kertas...
Gresik (28/9) – Plastik menjadi masalah selama 10 tahun terakhir. Dalam mengurangi timbulan sampah plastik ini semua orang bergerak, termasuk unsur sekolah. SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Gresik menjadi sekolah adiwiyata tingkat nasional yang berkomitmen mengurang produksi sampah plastik. Dalam acara festival ekstrakulikuler SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) yang digelar pada Sabtu (28/9) bersama kader...
Bulukumba (20/9) –  Setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah adalah guru. Begitulah prinsip sebuah kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh sekolah di hulu sungai Balantieng ini. Sekolah tidak terbatas dalam sebuah bangunan yang dikelilingi dinding beton. Sekolah bisa dilakukan dimana saja, di hutan, di sungai, di kebun, di pasar, di pantai, bahkan di danau,...
Bulukumba (23/09) – Sungai Balantieng yang menjadi sumber penyedia air bersih di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengaliri 4 wilayah, meliputi Kecamatan Ujung Loe, Rilau Ale, Bulukumpa, dan Kindang. Kondisi daerah aliran Sungai Balantieng bagian Tengah berlokasi di Kecamatan Rilau Ale, kini kian mengalami penurunan kualitas akibat berbagai aktivitas manusia. Amri Yunus, guru mata pelajaran Ilmu...
Bulukumba (15/9) – Kondisi sampah plastik sudah rapuh dan mudah pecah menjadi mikroplastik karena terendam air dan terpapar panas matahari yang sangat terik. Selain botol dan gelas plastik, sampah sterofoam, popok, sandal dan tali tampar nelayan juga banyak ditemukan. Sampah plastik ini menjadi sumber kontaminasi miroplastik di laut dan meracuni rantai makanan yang menjadi sumber...
Bulukumba (14/9) – Siswa Pecinta Lingkungan (Si Paling) SMPN 10 Bulukumba sebanyak 35 orang melakukan kegiatan bersih-bersih di Pantai Babana pada hari Sabtu 14 September 2024. Sebanyak 116 kg sampah berhasil diangkat dari pantai Babana. Pantai Babana berada Ujung Loe. Pantai Babana juga menjadi muara atau hilir sungai Balantieng. Pemandangan pantai cukup bagus, namun banyak...
Bulukumba (11/9) –  Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah atau Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton Foundation) mengajak 13 komunitas di DAS Balantieng bantu menjaga ekosistem sungai Balantieng melalui gerakan Citizen Science. Citizen Science merupakan sebuah pendekatan penelitian dengan melibat masyarakat. Pada kegiatan ini, masyarakat akan ikut serta dalam kegiatan pengumpulan informasi dan analisis...
Bulukumba (5/9) – Permasalahan sampah yang ada di kabupaten Bulukumba sudah berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Kapasitas TPA borongmanempa Bulukumba sudah melebihi kapasitas sehingga sampah menggunung di TPA. Hal tersebut disebabkan karena sampah yang masuk belum melalui proses pemilahan dari hulu atau rumah tangga. Selain itu model pengolaan sampah yang di lakukan oleh masyarakat masih...
1 11 12 13 14 15 25

About Us

Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) is a foundation focused on the conservation of river ecosystems and wetlands in Indonesia. We conduct scientific research, environmental education, and awareness campaigns to improve water quality and protect biodiversity.

Recent Articles

SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Raih Penghargaan Sekolah Ekologis
May 12, 2026
Volunteers clean piles of plastic waste in Kali Tebu River using nets and a floating platform, with a giant faucet installation made from plastic bottles and a “Kali Tebu is Not a Dumping Site” sign on the riverbank.
PEKAT and Ecoton Excavate Plastic Waste from Kali Tebu, Push for Permanent Policy on River Protection
May 12, 2026
ECOTON, Tim Barakuda, dan Komunitas Eco-Enzyme Bersihkan Kali Tebu dari Ancaman Sampah dan Pencemaran Sungai
May 10, 2026