Surabaya (10/5) – Yayasan ECOTON bersama Tim Barakuda Sidoarjo memasang trashboom (penghambat sampah sungai) secara permanen setelah minggu lalu melakukan uji coba pemasangan selama 24 jam di Kali Tebu, Surabaya, yang berfungsi untuk menahan sampah agar tidak bocor ke laut. Dalam kegiatan yang sama, Komunitas Eco-Enzyme Nusantara Surabaya juga melakukan penuangan 500 liter Eco-Enzyme ke aliran sungai sebagai bentuk kolaborasi masyarakat dalam menjaga kualitas air dan mengurangi pencemaran organik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program MOZAIK (Mission on Zero Plastic Leakage), sebuah kolaborasi multipihak yang berfokus pada pengurangan kebocoran sampah plastik di kawasan Kali Tebu Surabaya melalui pendekatan infrastruktur, edukasi masyarakat, dan pemulihan lingkungan sungai.

Mahrus dari Tim Barakuda menjelaskan bahwa trashboom model tersebut memiliki kapasitas yang cukup kuat untuk menahan sampah mengapung di sungai. “Trashboom seperti ini mampu menahan sekitar 4–5 ton sampah yang mengapung di sungai. Sejauh ini kami sudah memasang di Kali Mrutu Surabaya dan sekarang di Kali Tebu,” ujarnya.
Selain penanganan sampah, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya upaya pemulihan kualitas air sungai melalui penggunaan Eco-Enzyme. Ketua Komunitas Eco-Enzyme Nusantara Surabaya, Christiany Tanzil, menjelaskan bahwa Eco-Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga yang memiliki manfaat ekologis bagi perairan.

“Eco-Enzyme dapat membantu mengurangi bau, menekan pertumbuhan bakteri merugikan, serta mendukung proses alami pemulihan kualitas air sungai. Ini juga menjadi cara sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk ikut merawat lingkungan,” jelasnya.
Penuangan 500 liter Eco-Enzyme di Kali Tebu dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat sebagai simbol keterlibatan publik dalam menjaga kesehatan sungai. Kegiatan ini sekaligus mengajak warga untuk mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan.
Program MOZAIK sendiri tidak hanya berfokus pada pemasangan alat penahan sampah di sungai. Manajer Program MOZAIK ECOTON, Amiruddin Muttaqin, menyampaikan bahwa program ini juga akan melakukan pendampingan masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.
“Program ini tidak hanya berhenti di pemasangan trashboom, tetapi juga dilakukan pendampingan di skala kawasan untuk mengurangi sampah rumah tangga dan mendorong pemilahan sampah oleh masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, program MOZAIK akan memasang total tiga titik trashboom di sepanjang Kali Tebu, mulai dari segmen hulu hingga hilir. Sampah yang tertahan nantinya akan dipilah di TPS3R Kedung Cowek untuk dikelola kembali agar tidak berakhir mencemari sungai maupun laut.
Ketua RW 13 Kelurahan Sidotopo Wetan, Ahmad Sahroni, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan berbagai pihak dalam kegiatan ini. “Kami sangat senang dengan adanya program ini karena membantu penanganan kebersihan Kali Tebu sekaligus mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan,” katanya.
Melalui pemasangan trashboom, pemilahan sampah, dan pemanfaatan Eco-Enzyme, program MOZAIK diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengurangi pencemaran sungai sekaligus mencegah sampah plastik bocor ke laut dari kawasan perkotaan Surabaya. (*)



Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) is a foundation focused on the conservation of river ecosystems and wetlands in Indonesia. We conduct scientific research, environmental education, and awareness campaigns to improve water quality and protect biodiversity.

