Sarka Space Bondowoso Ajak Aksi Kecil Dampak Besar Dorong Pemilahan Sampah, Kepala DLH Kabupaten Bondowoso Ikut Bersihkan Sungai Selokambang

Bondowoso (28/9/2025)Peringatan Hari Sungai Internasional di prakarsai Komunitas Sarka Space bersama Ecoton, siswa pecintaalam SMA Bondowoso, Komunitas Mahasiswa Bondowoso, UPT Pengelolaan Sumberdaya air Wilayah Sungai SampenSetail di Bondowoso, DLH Kabupaten Bondowoso dan DPRD Kabupaten Bondowoso menggelar aksi Bersih-bersih Sungai Selokambang dan sosialisasi mikroplastik bersama 130 Orang penggiat lingkungan Kabupaten Bondowoso. Dari hasil bersih-bersih terkumpul 33 Sak seberat 619,95 Kg sampah plastik yang didominasi dan dari kegiatan brand audit 6.997 lembar sampahplastik yang dikumpulkan diketahui Jenis sampah tas kresek danplastik sasetan yang mendominasi. “Hasil brand audit menunjukkan dari 6997 lembar sampah plastik yang kami temukan, 51 persen adalah sampah tas kresek sedangkan sasetkopi 14 persenUngkap Alaika Rahmatullah, lebih lanjutcoordinator kampanye Lembaga Kajian Ekologi dan KonservasiLahan Basah (Ecoton) menjelaskan bahwadari 6997 lembarsampah yang dikumpulkan rinciannya adalah sebagai berikut : 1. Tas kresek 51,4%, 2. Saset kapal api 14,6% saset kecil sekaliseduh, 3. Snack kentang goreng PT Golden Leaves Jaya 4,7%, 4. Wings (Mie Sedap, So Klin) 3,8%, 5. Mayora (Milkis Roma) 2,8%, 6. bungkus Rokok Mild  (Camel,HM Sampoerna) 2,3%, 7. Nabati (0,9%) dan 8. Lain-lain 0,5%.

Proses sortir dan Brand Audit Sampah Plastik di Sungai Selokambang Bondowoso (Foto: Ecoton, 2025)

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaranmasyarakat tentang bahaya mikroplastik dan mengajakmasyarakat untuk melakukan aksi nyata melalui kegiatanbersih-bersih sungai dan memilah sampah, serta mendorongkolaborasi antar komunitas, lembaga dan pemerintah dalammewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sampahyang terkumpul dari aksi nyata peserta di Sungai Selokambang, akan dikelola oleh kami sendiri yaitu Sarka Space, dan tidakberakhir di TPA Ungkap Tiara Sukma Wardani ketua panitiapelaksana Peringatan Hari Sungai Internasional

Kepala DLH Kab. Bondowoso, Aries Agung Ikut Bersihkan Sungai Selokambang Bondowoso (Foto: Ecoton, 2025)

Bondowoso Terancam Mikroplastik

Kajian yang dilakukan Ecoton Bersama dengan Sarka Space menunjukkan bahwa udara dan air sungai Selokambang kotaBondowoso telah terkontaminasi Mikroplastik. “Kajian kualitasudara dan kualitas air menunjukkan bahwa udara kotaBondowoso di Jalan HOS Cokroaminoto, Kademangan Kulonditemukan mikroplastik sebanyak 7 partikel dalam dua jam, sedangkan kadar mikroplastik di Air Sungai Balekambangsebanyak 28 partikel  per 10 liter” Ungkap RafikaAprilianti,lebih lanjut Kepala Laboratorium Mikroplastik Ecotonmenjelaskan bahwa jenis mikroplastik di air terbanyak adalahjenis filament (16 partikel), fiber (10 partikel) dan Fragmen (2 partikel). “Kami melakukan uji mikroplastik udara didua lokasidi HOS Cokroaminoto dan di depan SMAN 1 Tenggarang danmenemukan 10 partikel yang terdiri dari fiber 2 partikel, film 5 partikel dan fragmen 3 partikelungkap Rafika Aprilianti.

Ecoton bersama Relawan lakukan uji mikroplastik di air sungai dan di udara Bondowoso (Foto: Ecoton, 2025)

Keberadaan mikroplastik di air dan udara menjadi indicator tingginya volume sampah plastik yang tidak terkelola.Mikroplastik adalah serpihan atau remah-remah plastikberukuran kurang dari 5 mm yang bersumber dari plastikukuran besar yang terpecah seperti tas kresek, Styrofoam, sedotan, plastik wadah makanan, tekstil,botol air minum dalamkemasan plastik dan mikroplastik primer seperti mikrobeadsyang ada dalam produk komestik kecantikan seperti odol, scrub dan sabunjelas Rafika Aprilianti, lebih lanjut Alumni PondokTebuireng Jombang ini menjelaskan bahwa mikroplastik saat initelah ditemukan dalam ketuban ibu hamil dan dalam otakmanusia sehingga apabila tidak dikendalikan kontaminasimikroplastik pada lingkungan dampaknya akan menurunkankualitas lingkungan ancaman kesehatan manusia.

Mikroplastik tersusun dari polimer sintetis yang mengikat bahanaditif beracun seperti ftalat dan bisfenol A, serta mampumenyerap logam berat atau pestisida di lingkungan. Ikatan kimiayang stabil dalam plastik membuatnya sulit terurai, sehinggasenyawa berbahaya yang melekat bisa berpindah ke tubuhmanusia dan mengganggu sistem imun maupun metabolisme.

Kolaborasi Solusi Sampah Plastik Bondowoso

Kegiatan peringatan Hari Sungai Sedunia ini diharapkanmenjadi momentum bagi masyarakat dan pemangkukepentingan untuk berkolaborasi menjaga kelestarian sungai, mengurangi plastik sekali pakai, serta menekan peredaransachet yang menjadi salah satu penyumbang terbesarpencemaran di Bondowoso Ungkap Tiara Sukmawardani, lebihlanjut Alumni Pondok Tebu Ireng ini menyarankan Aksi Kecil Dampak Besar berupa pemilahan sampah dari rumah.

Relawan kampanyekan kurangi plastik sekali pakai di sungai Selokambang Bondowoso (Foto: Ecoton, 2025)

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, yang dalam sambutannya menekankan maknasungai sebagai sumber kehidupan dan perlu upaya untukmenyelamatkan sungai. “Salah satu tanda akhir zaman adalahkali ilang kedunge. Saat ini sungai-sungai sudah dangkal akibatsedimentasi dan sampah plastik padahal Sungai adalahlambang kesuburan dan sumber sari kehidupan. Kita perpanjang usia bumi dengan menjaga sungai tetap lestari,” ungkap Sinung Sudrajat Wakil Ketua DPRD Bondowoso.

Kolaborasi multipihak antara Pemerintah Daerah dah Pegiat Lingkungan di Kabupaten Bondowoso (Foto: Ecoton, 2025)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso, Aries Agung Sungkowo mengungkapkan fakta Bondowoso setiap hari60–65 ton sampah dibuang ke TPA, sementara luas TempatPembuangan Akhir (TPA) hanya sekitar 1,5 hektar. Untukmenjawab persoalan ini, Pemkab Bondowoso telah menerbitkanSurat Edaran Bupati Nomor 270 Tahun 2025 tentangPengelolaan Sampah Secara Mandiri yang mewajibkanmasyarakat mengelola sampahnya secara mandiri, sebagaiturunan Perbup No.44 Tahun 2023 tentang PenguranganPenggunaan Plastik.

Sampah plastik yang menjerat pohon di sempadan sungai Selokambang Kabupaten Bondowoso (Foto: Ecoton, 2025)

Melalui kegiatan ini, Komunitas Sarka Space bersama denganmasyarakat Bondowoso meminta kepada Pemerintah KabupatenBondowoso:

  1. 1.Mendorong untuk memperbaiki tata kelola sampah danpemerataan pelayanan fasilitas persampahan sepertimemperbanyak TPS3R, dan sosialisasi pengurangan plastiksekali pakai secara massif sebagai implementasi PerbupNo.44 Tahun 2023 tentang Pengurangan Plastik.
  2. Meminta produsen untuk bertanggung jawab dalamkebocoran sampah plastik di sungai sebagai langkah EPR (Extended Producer Responsibility) sesuai UU No.18 tahun2008
  3. Pembentukan satgas khusus termasuk pelibatan pegiatlingkungan untuk sosialisasi secara massif, monitoring danevaluasi dari peraturan pengurangan plastik sekali pakai di tingkat masyarakat.
  4. Mengawasi dan memberikan sanksi bagi pelaku usaha yang menggunakan plastik sekali pakai dan memberikan solusialternatif berbasis zero waste dan berkelanjutan.

Related Posts

Leave a Reply

About Us

Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) is a foundation focused on the conservation of river ecosystems and wetlands in Indonesia. We conduct scientific research, environmental education, and awareness campaigns to improve water quality and protect biodiversity.

Recent Articles

A female researcher wearing a white lab coat and a brown hijab sits at a laboratory desk with a microscope and Petri dish.
The Body Is the New Battlefield: ECOTON’s Blood Tests Find Microplastics in 100% of Human Samples Tested
April 1, 2026
Dari Sungai hingga Darah: Membaca Jejak Mikroplastik dan Akar Krisis Industri Plastik
March 29, 2026
Laksamana Pertama TNI Purn. Dr. Herjunianto SpPD, MMRS, the Dean of the Faculty of Medicine at UKWMS, stands at the front of a hall speaking into a microphone. Behind him is a presentation slide titled "Pencegahan Bahaya Kesehatan" (Health Hazard Prevention). Three panelists sit at a draped table to his right in a formal setting featuring the Indonesian national emblem.
Microplastics in Our Blood: A Systemic Health Crisis That Demands Immediate Action
March 11, 2026