Sambut HPSN 2025, Dusun Mojoroto Balongpanggang Gresik Panen Kompos Hasil Sampah Kawasan

Gresik (10/02) – Februari menjadi moment penting bagi Indonesia untuk memperingati hari Peduli Sampah Nasional. Tiap tahun diperingati dengan berbagai kegiatan. HPSN menjadi pengingat peristiwa meledaknya TPA Leuwihajah pada Februari 2005 dan merenggut nyawa 157 jiwa.

HPSN hari ini menjadi pemicu masyarakat untuk melakukan pengelolaan dan pengurangan sampah di kawasan kelurahan dan RT/RW. Seperti yang nampak di kawasan dusun Mojoroto, Balongpanggang kab.Gresik.

Warga desa Balongpanggang memanen kompos hasil pengelolaan sampah organik skala kawasan (Foto: Ecoton, 2025)

Sejak 5 tahun yang lalu kawasan ini sudah menjadi kawasan merdeka sampah karena masyarakatnya sudah mengelolah sampah secara mandiri melalui pemilahan sampah dari sumber.

“Hari ini kami memanen kompos dari sampah organik milik warga yang sudah kami masukan ke dalam komposter tong dan ini juga menjadi fokus kami karena 57% jenis sampah adalah organik”, terang Eka ibu ketua RT.01 RW.01

Momen ketika tim satgas persampahan desa Balongpanggang memonitoring kepatuhan pemilahan sampah skala kawasan (Foto: Ecoton, 2025)

Kompos dipanen setelah 5 bulan dan bermanfaat untuk ketahanan pangan.

“Senang hari ini kami bisa panen 160 kg kompos bersama kader bank sampah lingkungan bersahabat dan kompos ini berasal dari sampah organik rumah tangga yang sudah dipilah sejak dari rumah sehingga bisa digunakan sebagai nutrisi ketahanan pangan di kebun”, tegas eka.

Fasilitas pengomposan menggunakan metode bata terawang sudah tersedia di setiap RT (Foto: Ecoton, 2025)

Ditemui ditempat yang sama, saiful anam petugas kebersihan dusun mojoroto mengatakan dirinya sudah merasa ringan ketika mengangkut sampah.

“sejak sampah dipilah dari rumah, saya melakukan pengambilan terpilah dan sebagaian rumah tangga tidak menyerahkan organik karena sudah diolah melalui komposter bata terawang, komposter tong dan komposter biopori yang ada didekat rumah sehingga gerobak saya ringan”, terangnya.

hasil kompos dari sampah organik dimanfaatkan untuk pertanian dalam mendukung program ketahanan pangan (Foto: Ecoton, 2025)

Eka menambahkan bahwa kegiatan ini berkontribusi pada pencampaian program Gresik Kawasan Merdeka Sampah (GKMS) yang diinisitif oleh pemkan Gresik. Jika banyak kawasan zero waste seperti ini maka bisa mengurangi sampah yang masuk ke TPA.

Related Posts

Leave a Reply

About Us

Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) is a foundation focused on the conservation of river ecosystems and wetlands in Indonesia. We conduct scientific research, environmental education, and awareness campaigns to improve water quality and protect biodiversity.

Recent Articles

GERAKAN BATU GREENATION MENGUAT, ORO-ORO OMBO JADI PILOT KAWASAN PILAH SAMPAH ZERO WASTE CITIES
April 28, 2026
Dalam Sehari Pasang Trashboom, MOZAIK ECOTON Angkut 907 Kg Sampah dari Kali Tebu untuk Cegah Sampah ke Laut
April 27, 2026
PERINGATAN HARI BUMI 2026 MENOLEH PENGELOLAAN SAMPAH DARI HULU KE HILIR DAN MENUNTUT SEADIL ADILNYA PERLINDUNGAN SUNGAI JAWA TIMUR
April 22, 2026