Press Release Sampah Plastik di Sungai Tak Terkendali

+
12 Views

Jumlah Plastik dalam air Kali Surabaya Lebih banyak dibandingkan Biota Air

Jumlah biota air Plankton yang menjadi pakan alami ikan Kali Surabaya mengalami penurunan jenis dan penyusutan jumlah, bahkan jumlahnya kalah dibandingan dengan serpihan plastik. Selain mengancam kelestarian perikanan keberadaan plastik di dalam air Kali Surabaya berbahaya bagi kesehatan manusia karena, sebagian besar air Kali Surabaya di gunakan sebagai bahan baku Perusahaan daerah air minum (PDAM) Kota Surabaya dan Gresik.

Penelitian 3 mahasiswi Jurusan Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Dita Adriana, Aisyah Mahirah dan Ayu Wanda, selama bulan Agustus 2021 menemukan jumlah plankton di Mlirip (Mojokerto), Wringinanom (Gresik) dan Sidomulyo, Krian (Sidoarjo) jumlahnya berturut-turut 76 individu, 39 individu dan 31 individu dalam 10 liter air sungai sedangkan jumlah serpihan plastik berukuran kurang dari 5 mm atau disebut mikroplastik jumlahnya mencapai 85 partikel/10 liter di Mlirip, 75 partikel/10 liter di Wringinanom dan 67 partikel/10 liter di Sidomulyo. “kami melakukan penelitian kandungan mikroplastik dan plankton di Kali Surabaya wilayah hulu di Mlirip, Wringinanom dan Sidomulyo, kami mengambil 10 liter air pada masing-masing lokasi dan diamati melalui mikroskop dan menemukan jumlah mikroplastik lebih banyak dibandingkan jumlah plankton yang merupakan biota air pakan alami ikan,” ungkap Dita Adriana

Tabel Perbandingan jumlah Plankton dan Mikroplastik dalam 10 liter air Kali Surabaya Segmen Hulu di Lokasi Mlirip, Wringinanom dan Sidomulyo yang diambil selama bulan Agustus 2021 pada setiap lokasi dilakukan 3 pengulangan. Ditemukan bahwa semakin ke hilir jumlah plankton menurun begitu pula jumlah mikroplastik, namun pada setiap lokasi jumlah mikroplastik yang ditemukan selalu lebih banyak dibandingkan plankton.

 

“Temuan banyaknya jumlah plastik dibandingkan plankton akan membawas kerusakan esosistem secara sistemik, terutama di rantai makanan, dimulai dari rusaknya  sistem pencernaan ikan kecil karena mereka mengalami kenyang semu, perut terisi plastik tapi masih lapar.  Jika ikan kecil kesehatannya menurun maka jumlah berkurang. padahal ikan kecil makanan ikan predator. pakan ikan predator sedikit populasi predator ikut sedikit. nantinya keseluruhan popualsi ikan bisa menurun” Ungkap Veryl Hasan Dosen Pengajar di Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair.

Banyaknya mikroplastik yang ada di Kali Surabaya berasal dari banyaknya sampah plastik yang dibuang oleh penduduk yang tinggal di Daerah Aliran Sungai Kali Surabaya, terutama yang tinggal dipedesaan.” Penduduk di desa-desa sepanjang Kali Surabaya hanya 15 % yang terlayani oleh pemerintah dalam pengelolaan sampah, 85% masih membuang sampah sembarangan seperti ke sungai, dibakar dan ditimbun,” Ungkap Aisyah Mahirah. Lebih lanjut Aisyah menyatakan bahwa Indonesia adalah penyumbang sampah plastik terbesar ke dua di dunia.”setiap tahun di Indonesia dihasilkan 8 juta ton sampah dan hanya 3 juta ton yang terkelola sisanya 5 juta ton tidak terkelola dengan baik, 2,6 juta ton masuk ke laut melalui sungai-sungai yan ada di Pulau Jawa” Tutur Aisyah Mahirah. Oleh karenanya di Kali Brantas, Kali Porong, Kali wonokromo dan Kali Surabaya masih banyak ditemukan sampah plastik dan bahkan  muara sungai Wonorejo di Pantai Timur Surabaya kini dipenuhi oleh sampah plastik yang membunuh keberadaan mangrove.

Sumber mikroplastik di Kali Surabaya berasal dari Sampah plastik yang dibuang ke sungai, limbah cair domestik/limbah rumah tangga yang mengandung microbead (butiran mikro dalam produk personal care (odol, sabun, cream/scrub pembersih dan kosmetik.  Dibutuhkan upaya pengendalian mikroplastik ke dalam perairan dengan membuat kebijakan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong peran serta masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai.

“Dengan temuan ini kami mengajak masyarakat agar ikut memelihara kelestarian Kali Surabaya dengan tidak membuang sampah plastik ke sungai dan Reduce atau mengurangi pemakaian plastik sekali pakai seperti tas kresek, Styrofoam, botol air minum sekali pakai, popok dan sachet,” Ungkap Ayu Wanda, lebih lanjut Ayu menyebutkan bahwa Kali Surabaya telah menjadi rumah bagi beragam jenis ikan khas air tawar.

 

Team Peneliti Mikroplastik vs Plankton Kali Surabaya

+62 813-3200-5860 (Dita Adriana), +62 895-3667-92227 (Ayu Wanda) +62 821-4462-2236 Aisyah Mahirah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *