DonateVolunteer

Parit Putat Tercemar Mikroplastik dan kadar Phospat Melebihi Baku Mutu

Tim ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) berkolaborasi dengan Komunitas Kreasi Sungai Putat Pontianak dan komunitas Restorasi Hutan dan sungai Kapuas (Rotan Kapuas) Kubu Raya melakukan uji kualitas air di Sungai Mandor dan Parit Putat Pontianak pada Selasa (16/8). ” Ada sekitar 6000 parit yang bermuara ke sungai Kapuas, temuan kami menunjukkan bahwa parit putat tercemar phospat jauh diatas baku mutu, hasil uji hari ini kadar phospat di parit putat sebesar 4.5 ppm padahal standarnya tidak boleh lebih dari 0,2 ppm,” Ungkap Syamhudi, lebih lanjut ketua Kreasi Sungai Putat menjelaskan bahwa selain phospat kadar khlorin sebesar 0.09 (baku mutu PP 22/2021 sebesar 0.03) kondisi ini menyebabkan kadar oksigen turun hingga 0.6 ppm padahal sungai yang sehat tidak boleh kurang dari 4 ppm.

“Tingginya kontaminasi phospat dan khlorin disebabkan oleh tidak adanya Instalsi Pengolahan air limbah domestik di parit putat karena limbah domestik penduduk saat ini langsung dibuang tanpa diolah” ungkap Syamhudi.

Komunitas di Pontianak Mengambil Sample Air Sungai Untuk diuji Kandungan Mikroplastiknya.

Tercemar mikroplastik
Hasil analisis mikroplastik oleh tim ESN Menunjukkan bahwa parit Putat tercemar mikroplastik sebesar 56 partikel mikroplastik dalam 100 liter air.

“Kami menemukan 30 jenis fiber atau benang sintetis yang berasal dari limbah cucian atau laundry, 18 jenis filamen yang berasal dari proses pecahnya plastik tas kresek, pembungkus makanan dan plastik bening, jenis mikroplastik yang kami temukan lainnya adalah fragmen atau cuilan plastik sebanyak 8 partikel” ungkap Prigi Arisandi, lebih lanjut peneliti ESN ini menjelaskan bahwa perilaku warga yang membuang sampah plastik adalah sumber utama pencemaran mikroplastik di Pontianak.

 

Tim ESN Prigi Arisandi Memperlihatkan Mikroplastik Melalui Alat Mikroskop

Partisipasi Komunitas
“Perlunya didorong kemitraan komunitas dalam pengendalian masukkan sampah plastik ke parit dan sungai, Pemerintah harus menyediakan fasilitas dan sarana tempat sampah agar warga tidak membuang sampah plastik ke sungai” ungkap sahli, lebih lanjut ketua Rotan Kapuas mendorong kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kelesatarian sungai dengan tidak membuang sampah plastik ke sungai karena sungai menjadi habitat ikan air tawar.

Related Posts

Leave a Reply