|
| 11 December 2009 15:52:43 |
| IKRAR Pithechantropus modjokertensis Untuk CLIMATE CHANGE |
| “Disini dua juta tahun lalu mereka punah tanpa adanya upaya antisipasi, Sungguh, saat ini kita sudah diperingatkan atas bahaya perubahan Iklim akibat Pemanasan global. Saatnya kita semua merubah perilaku dari diri kita masing-masing agar bumi nyaman untuk kita Huni. Saat ini dan untuk masa datang”
|
“Disini dua juta tahun lalu mereka punah tanpa adanya upaya antisipasi, Sungguh, saat ini kita sudah diperingatkan atas bahaya perubahan Iklim akibat Pemanasan global. Saatnya kita semua merubah perilaku dari diri kita masing-masing agar bumi nyaman untuk kita Huni. Saat ini dan untuk masa datang”
Saat ini di Kopenhagen sedang terjadi pembicaraan tentang upaya-upaya penyelamatan Bumi dari ancaman perubahan Iklim. 192 Kepala Negara dan ribuan utusan dari sector Swasta, LSM, Akademisi dan badan pendanaan dunia sedang merumuskan langka-langka reduksi emisi untuk menurunkan dampak pemanasan global. Gema Kopenhagen terasa di Wringinanom Jumat Pagi (11/12) Kecamatan Wringinanom menggeliat dengan ratusan sepeda ongkel yang menyusuri Jalan-jalan Kampung, Kelompok bersepeda dari SMAN 1 Wringinanom (SMANIWA) ini sepanjang perjalanan meneriakkan Selamatkan bumi dari pemanasan global. Spanduk besar yang ditenteng sambil bersepeda bertuliskan Stop Global Warming NOW membuat banyak orang memperhatikan kelompok bersepeda. Sepanjang perjalanan juga terlihat ada beberapa orang siswa yang membagikan brosur yang berisi informasi tentang Global Warming dan tips-tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi Pemanasan Global. “Kami sebagai bagian dari Warga Wringinanom menghimbau masyarakat luas untuk bersama-sama mulai sekarang untuk mengurangi pemanasan Global,” ungkap Mega Chrisna.
Kegiatan Deklarasi SMANIWA untuk Climate Change dipusatkan di Situs Pithechantropus modjokertensis (SPM)Desa Kepuhklagen Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik.” Lokasi pembacaan deklarasi ini dilaksanakan di Situs SPM bertujuan mengingatkan tentang kepunahan yang telah menimpa manusia 2juta tahun lalu,” Ujar Syamsuddin MPd Ketua Tim Pembina Adiwiyata SMANIWA, lebih lanjut ia menyatakan bahwa saat ini bumi kita sedang terancam akibat pemanasan global, diperkirakan 2080 bumi akan tenggelam akibat es di Kutub yang meleleh akibat peningkatan suhu Bumi. “Kalo dulu manusia Pithechantropus modjokertensis belum punya teknologi dan peringatan dini sehingga mereka punah, namun kini kita sudah diperingatkan dan memiliki teknologi yang tidak dimiliki Pithechantropus modjokertensis seharusnya menjadikan kita lebih waspada,” Ujar Sumarlina membuka acara, selanjutnya kegiatan diteruskan dengan sambutan Kepala Desa Kepuhklagen dan Kepala Sekolah SMANIWA dan Direktur ECOTON.
Selanjutnya acara diisi dengan Orasi Global Warming oleh Perwakilan Kelas 10, 11 dan 12.
“Masalahnya, manusia dengan segala aktifitasnya membuang gas rumah kaca yang besar ke atmosfer dan ini mengakibatkan dampak serius terhadap keseimbangan alam dan mengakibatkan pemanasan global yang juga mengakibatkan terjadinya perubahan iklim global,” Ujar Bagus dalam orasinya mewakili kelas 10 lebih lanjut ia menyatakan ada 4 dampak pemanasan Global yang kini mulai dirasakan yaitu : I. Musim kemarau dan hujan yang tidak menentu. II. Banjir akan meningkat tajam sebagai akibat badai tropis. III. Kenaikan permukaan laut sehingga pulau” kecil tenggelam IV. Kekeringan akan lebih sering terjadi.
Dari kelas 11 yang diwakili Isti dan Triana memberikan tips untuk mengurangi perubahan iklim dengan melakukan 5 langka nyata, yaitu :
1. membelilah produk yang hemat energi, carilah produk yang memiliki label hemat energi
2. menggunakan computer dengan bijaksana dan beri waktu untuk isirahat
3. menggunakan Lampu Neon hemat energi, kebutuhan energi akan berkurang sampai 80% di bandingkan dengan lampu dop. Serta matikan lampu jika tidak dipergunakan
4. menghentikan kerugian akibat alat elektonik yang dalam kondisi standbay, alat elektronik tetap menyerap energy ketika kondisi standbay.
5. Janga meningalkan charger dan trafo menempel di sumber listrik, alat ini tetap menyerap energi ketika belum lepas dari sumber energi
Tonis dan Sylvi yang mewakili kelas 12 mengajak semua civitas SMANIWA untuk Hemat energi dalam setiap perjalanan “ Kita harus Gunakan kendaraan Umum, karena bahan bakar akan lebih hemat 3 kali setiap kali kita menggunakan kendaraan umum,” Ujar Silvy menyakinkan teman-temannya. Cara lain adalah menggunakan Sepeda untuk setiap kesempatan yang ada untuk menggunakan sepeda tua kita ketika belanja, sekolah atau berlibur
Selanjutnya dengan dipimpin oleh Mega Chrisna semua peserta yang berjumlah lebih dari 500 orang melakukan ikrar SMANIWA UNTUK REDUKSI DAMPAK GLOBAL WARMING:
Malapetaka akibat pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim sudah mengancam semua makhluk tanpa kecuali. Sebagai upaya menghindarkan petaka tersebut, mulai hari ini di situs tertua Pithencantropus mojokertensis Kepuh Klagen Wringinanom, kami warga SMA Negeri 1 Wringinanom berikrar dalam upaya mencegah petaka pemanasan global dengan :
1. Melakukan Kampanye (dakwah) tentang Pemanasan Global dan Perubahan Iklim pada warga sekolah, generasi muda, masyarakat, industri dan pemerintah, agar peduli dan melakukan tindakan nyata dalam mencegah pemanasan global dan perubahan iklim
2. Melakukan Tindak Nyata dengan cara;
• Seminggu sekali kami akan berangkat sekolah dengan menggunakan alat tranportasi massal dan bebas polusi (berjalan dan bersepeda)
• Menghemat listrik/energi
• Gerakan hemat air
• Melakukan pemantauan pencemaran sungai di Kali Surabaya sebulan sekali
• Mengurangi sampah dan polusi dengan cara; menghindari pembakaran sampah, tidak membeli produk dengan kemasan berlebihan, menggunakan kertas bolak-balik, membeli produk daur ulang dan ramah lingkungan
3. Menggalakkan Program Penghijauan, dengan cara;
• menanam 1.000 jenis pohon lokal di lingkungan sekolah dalam 1 tahun
• menanam 1.000 jenis pohon langka di bantaran sungai kami (Hutan Tani Bantaran) dalam 1 tahun
4. Membuat Club Lingkungan dan Komunitas Bersepeda di sekolah kami
|
| |
| Pemasuk tulisan: Prigi Arisandi |
| |
|
 |
 |
| keberadaan serangga sebagai indikasi kualitas lingkungan, sebagian besar siklus serangga ada didalam air,sehingga serangga dapat menggambarkan kualitas air suatu ekosistem |
|  |
| Detektif kali Surabaya melakukan inventarisasi keanekaragaman tumbuhan dibantaran kali |
|  |
| Penelitian potensi tumbuhan obat dengan analisis vegetasi |
|
|
|