|
| 04 December 2009 07:17:23 |
| Menunggu upaya Menteri PU Benahi Kali Brantas |
| Eksploitasi Pasir dengan Ponton Mempercepat Kepunahan Ikan Kali Brantas, namun tak ada upaya pembenahan dari Departemen PU meski Kali Brantas adalah sungai strategis Nasional
|
Aktivitas penambangan Pasir dan kerikil di sepanjang Brantas terutama di Kecamatan Megaluh dan Ploso telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius. Tidak hanya memberikan dampak kerusakan Secara fisik jangka pendek namun pada jangka panjang akan menimbulkan hancurnya ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas
Tim Ecological Observation and Wetlands Conservation (ecoton) Jawa Timur dan Ecosystem Grant Programme (EGP)The Netherland menemukan kerusakan berupa:
1. Degradasi dasar sungai yang mencapai 4-5 meter sehingga menimbulkan munculnya palung-palung sungai yang sangat dalam
2. Longsornya tebing-tebing sungai sehingga kondisi sungai menjadi keruh dengan tingkat padatan terlarut yang cukup tinggi hal ini sangat berpengaruh pada kualitas air Kali Brantas kondisi ini perlu diwaspadai karena air Kali Brantas digunakan sebagai bahan baku air minum
3. Penyempitan Daerah Aliran sungai, karena ambles dasar sungai dan terus disedot oleh ponton pengeruk pasir dan batu kali
4. Meningkatkan arus air, kondisi ini mengakibatkan meningkatnya daya rusak air sehingga akan menimbulkan erosi dan rusaknya ekosistem sungai serta berpotensi merusak bangunan-bangunan air disepanjang aliran Brantas
5. Meningkatkan suhu air, suhu air dibrantas mencapai 35 derajat Celcius padahal pada kondisi normal suhu air tak lebih dari 29 derajat Celcius
Kerusakan lingkungan sungai ini menimbulkan dampak kerusakan ekologis pada ekosistem Brantas diantaranya
1. Kerusakan habitat dasar yang menimbulkan hilangnya biota-biota penting yang menjadi sumberpakan bagi ikan
2. Berkurangnya populasi dan punahnya jenis ikan-ikan asli air tawar karena kondisi sungai sudah tidak dapat mendukung kehidupan ikan (Kali Brantas sudah tidak bisa menjadi habitat ideal bagi ikan)
3. Meningkatkan resiko menurun infiltrasi air sungai, kondisi ini ditandai dengan hilangnya tradisi budidaya tanaman semusim sepanjang bantaran sungai karena kondisi tanah didaerah sempadan relatif kering dan mengeras.
Hasil investigasi ecoton-EGP Tim investigasi ikan Brantas yang melakukan aktivitas identifikasi jenis-jenis ikan Kali Brantas hanya menemukan 3 jenis ikan yaitu Keting.
|
| |
| Pemasuk tulisan: Prigi Arisandi |
| |
|
 |
 |
| pemanfaatan air yang bijaksana harus mempertimbangkan keadilan antar generasi, jangan sampai eksploitasi terhadap air pada saat ini mengurangi hak generasi mendatang untuk mendapatkan air bersih. ANAKKU MANDI DISUMBER BrANTAS, sumber air kali surabaya |
|  |
| pemantauan limbah industri kertas oleh detektif kali Surabaya |
|  |
| mengamati kualitas air denan indicator serangga air |
|
|
|