07 September 2009 12:22:48
Sumber Mata Air Brantas Tercemar
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/268373
Sumber Mata Air Brantas Tercemar
Monday, 07 September 2009
SURABAYA(SI) – Gawat.Empat dari enam gunung yang menjadi sumber mata air Sungai Brantas mulai tercemar.Tingkat pencemaran cukup bervariasi.Ada yang tercemar ringan hingga sedang.


Hasil penelitian tim lembaga kajian ekologi dan konservasi lahan basah (Ecoton) bersama Perum Jasa Tirta I Malang yang resmi dirilis kemarin, menjadi bukti keberadaan pencemaran tersebut. Penelitian dilakukan di gunung yang menjadi sumber mata air Sungai Brantas oleh tim lembaga kajian ekologi dan konversi basah lahan (Ecoton) bersama Perum Jasa Tirta I Malang. Di antaranya, Gunung kawi,Kelud,Welirang,Wilis, dan Arjuna. Penelitian dilakukan mulai Juni hingga Agustus 2009.

Media penelitian menggunakan serangga air. Pemanfaatan serangga ini untuk menilai kesehatan ekosistem sungai.Selain itu,mengidentifikasi dampak kerusakan sungai akibat pemanfaatan sungai. Serangga merupakan pengganti sarana pengukuran kualitas air yang selama ini menggunakan parameter fisika kimia.Parameter fisika kimia dinilai kurang memiliki akurasi tinggi untuk mengukur kesehatan daerah hulu.

”Pengukuran kualitas air dengan menggunakan serangga air ini kami lakukan karena selama ini pengukuran kualitas air menggunakan parameter fisika kimia tidak bisa secara akurat menggambarkan kondisi perairan,karena hanya menggambarkan kondisi perairan sesaat pada waktu pengukuran,” kata Maritha Widya Rahesti, anggota peneliti sensus serangga air Ecoton. Menurut dia,pengukuran kualitas air tidak boleh hanya mengandalkan parameter fisika kimia.

Sebab, parameter ini memiliki resiko keterlambatan melakukan antisipasi perubahan lingkungan di hulu. Menyikapi hasil penelitian, Ecoton mendesak Pemprov Jatim melakukan upaya-upaya penyelamatan kawasan hulu. Caranya,dengan membangun kemitraan antara kabupaten/kota yang termasuk dalam kawasan hulu DAS Brantas. Di antaranya,Kota Batu, Blitar,Kediri, Jombang,Mojokerto,Malang. Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Jatim Dewi J Putriatni mengatakan, pihaknya bersama kabupaten/kota yang wilayahnya dilalui Sungai Brantas selalu menggelar program kali bersih (Prokasih).

Ini merupakan upaya untuk menekan pencemaran. Dan tahun ini,Prokasih kembali digulirkan. Melalui Prokasih, lanjutnya, BLH juga meningkatkan koordinasi dengan kabupaten/kota. “Saat ini perlu lebih dioptimalkan aspek wasdal (pengawasan dan pengendalian) bagi kabupaten/kota yang mengikuti Prokasih,”terang Dewi.

Menurutnya, ada beberapa pemerintah daerah yang mengikuti Prokasih.Di antaranya,Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kabupaten dan Kota Malang, Nganjuk,Kabupaten dan Kota Kediri, Jombang, dan Tulungangung. (soeprayitno)

 
Pemasuk tulisan: Prigi Arisandi
 

 

setiap bulan ruwah dalampenanggalan jawa/sebulan sebelum bulan puasa) ecoton mengadakanacara ruwatan kali surabaya, berupa memanjatkan doa syukur atas lingkungan yang telah diberikan kepada manusia oleh Allah dan permohonan perlindungan dari bencana lingkungan diikuti dengan penebaran puluhan ribu bibit ikan khas kali surabaya.
keberadaan serangga sebagai indikasi kualitas lingkungan, sebagian besar siklus serangga ada didalam air,sehingga serangga dapat menggambarkan kualitas air suatu ekosistem
Detektif kali Surabaya melakukan inventarisasi keanekaragaman tumbuhan dibantaran kali

 

Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah - ECOTON
Jl. Raya Bambe 115 Driyorejo - Gresik 61177 - Email: ecoton@ecoton.or.id