7 Kimia Berbahaya Dalam Plastik

+

1.BISPHENOLS

Siapa mereka : Bisphenols, seperti bisphenol A (BPA), adalah kimia yang merupakan kerangka pembangun plastik polikarbonat dan resin epoksi serta digunakan dalam kontainer-kontainer makanan dan minuman pakai ulang, botol-botol isi ulang, pinggiran kemasan makanan kaleng, peralatan medis dan olah raga, lensa kacamata, kertas resi pembayaran, dan pipa air plastik.

Jalur pajanan : Zat-zat kimia tertentu diproduksi dalam jumlah besar. Sebagian besar masyarakat terpajan BPA ketika kimia ini terlepas dari material kemasan terutama makanan lalu berpindah atau masuk ke dalam makanan dan minuman saat dikonsumsi. BPA juga dilepaskan di landfill mencemari air tanah, masuk ke dalam air limbah, dan air bersih, dan di berbagai belahan dunia di pasir pantai yang berasal plastik pencemar pantai. BPA, terdaftar sebagai “substansi dengan perhatian tinggi” di Uni Eropa, dan berdasarkan berbagai studi terbukti toksik. Banyak negara telah melarang BPA dalam botol untuk bayi, tetapi ada bukti-bukti yang cukup kuat bahwa kimia pengganti BPA juga menunjukkan dampak yang sama.

Dampak-dampak kesehatan: Banyak bukti menunjukkan bahwa BPA dapat mempengaruhi perkembangan otak dan perilaku. Pajanan BPA dapat meningkatkan kecemasan, depresi, hiperaktivitas, menurunnya perhatian, masalah perilaku, dan juga berkaitan dengan kelainan-kelainan pada sistem reproduksi yang mempengaruhi sel-sel dalam telur. BPA juga diasosiasikan dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) — suatu kelainan hormonal yang kompleks yang diasosiasikan siklus menstruasi yang tak teratur, menurunnya kesuburan, dan meningkatnya risiko diabetes. Pada laki-laki, BPA mempengaruhi tingkat kesuburan dan diasosiasikan dengan disfungsi seksual diantara laki-laki yang mengalami pajanan di tempat kerja. BPA juga diasosiasikan dengan kanker payudara, prostat, kanker ovarium dan kanker endometrium.

2.ALKYLPHENOLS

Siapa mereka : Banyak digunakan dalam cat latex, pestisida, pembersih industri, deterjen, produk-produk perawatan tubuh, dan digunakan dalam berbagai jenis plastic UV-stabilizers. Alkylphenols digunakan untuk menyebarkan/spread substansi tertentu di permukaan suatu benda, seperti cat dan coatings

Jalur pajanan : Alkylphenols digunakan dalam berbagai aplikasi yang berkontribusi pada pajanan terhadap manusia seperti pembersih dan penghilang lemak (degreasers), adhesives, pengemulsi (emulsifiers), kosmetik, dan produk-produk perawatan tubuh, cat dan coatings, dan senyawa pengendali debu. Beberapa alkylphenols diizinkan digunakan dalam bentuk senyawa yang tak berhubungan langsung dengan makanan (indirect food contact substances), dan penggunaan lain seperti heat stabilizers untuk PVC dalam pipa untuk air dan bahan untuk lantai (flooring).

Dampak-dampak kesehatan : Senyawa-senyawa kimia ini meniru (mimic) estrogen dan mengganggu sistem reproduksi. Alkylphenols dihubungkan dengan infertilitas pada laki-laki, jumlah sperma rendah, dan mengganggu perkembangan prostat. Penelitian juga menunjukkan pajanan okupasi yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara pada laki-laki dan perempuan.

3.PHTHALATES

Siapa mereka : Phthalates adalah senyawa aditif yang banyak digunakan untuk memproduksi atau membuat plastic menjadi fleksibel dan untuk mengurangi tingkat kerapuhan plastik. Phthalates digunakan sebagai plasticizers dalam PVC pada produk-produk konsumen,

alat-alat medis, dan bahan-bahan bangunan, sebagai matriks dan pengencer (solvents) dalam berbagai produk perawatan tubuh, dan sebagai bahan pengisi (fillers) dalam suplemen-suplemen pengobatan dan diet, kemasan-kemasan untuk makanan dan, dan mainan-mainan anak. Phthalate jenis DEHP adalah yang paling banyak digunakan dalam peralatan medis seperti selang plastik. Beberapa jenis phthalates sudah dilarang penggunaannya di negara-negara Uni Eropa dan digolongkan sebagai kimia dengan perhatian tinggi.

Jalur pajanan : Pajanan manusia setiap hari melalui konsumsi oral, inhalasi, dan kontak kulit adalah hal biasa. Phthalates sering kali terlepas dari barang-barang seperti kemasan makanan, kosmetik, produk perawatan tubuh, dan mainan ke lingkungan dan menjadi produk yang digunakan dan dikonsumsi manusia. Jalur pajanan yang paling umum adalah melalui konsumsi oral dari kemasan makanan dan penggunaan produk kosmetik, tetapi dalam kadar yang tinggi, phthalates tingkat tinggi juga terdapat dalam debu rumah tangga. Mereka dimetabolisme dengan cepat dan terdapat pada 90-100% sampel cairan ketuban dari janin trimester kedua, sampel darah tali pusat dari bayi baru lahir, ASI dari ibu menyusui, dan bahkan dalam cairan folikel ovarium manusia.

Dampak-dampak kesehatan : Phthalates menurunkan tingkat testosteron dan estrogen, memblokir aksi hormon tiroid, dan telah diidentifikasi sebagai racun pencemar sistem reproduksi. Phthalates juga meningkatkan gangguan kehamilan dan angka keguguran, anemia, toksemia, preeklampsia, menopause dini, dan kelainan tingkat hormon seks steroid juga diasosiasikan dengan phthalates. Pajanan phthalate tidak hanya diasosiasikan dengan penurunan fertilitas tetapi juga mempengaruhi fertilitas antar generasi. Pajanan phthalates saat tumbuh-kembang juga mempengaruhi ekspresi gen, dan pajanan phthalates perinatal berdampak pada perilaku asosial. Pajanan phthalate juga diketahui meningkatkan risiko resistensi insulin dan secara persisten dihubungkan dengan diabetes. Lebih jauh. phthalates diasosiasikan dengan peningkatan tekanan darah, obesitas, dan peningkatan trigliserid dalam darah.

4.SENYAWA-SENYAWA PERFLOURINASI

Siapa mereka : Kimia-kimia terfluorinasi banyak digunakan dalam pakaian-pakaian tahan air dan anti-noda, dalam pembungkus yang kontak langsung dengan makanan, pelumas, pembersih karpet, cat, alat masak, dan sebagai dispersan dalam busa pemadam kebakaran (firefighting foams), dan penggunaan untuk aplikasi industri dan konsumen. PFAS dan PFOA terdaftar di Konvensi Stockholm tentang Polutan-polutan Organik yang Persisten, dan PFHxS, digunakan sebagai bahan pengganti atau substitusi, telah direkomendasikan oleh para ahli untuk dipertimbangkan masuk ke dalam daftar Konvensi Stockhom. Kimia-kimia terfluorinasi digunakan untuk memproduksi fluoropolimer untuk plastik .

Jalur pajanan : Senyawa kimia PFAS mencemari sumber-sumber air dan perairan. Penggunaan senyawa kimia PFAS dalam industri dan busa pemadam kebakaran di bandara-bandara dan pangkalan-pangkalan militer merupakan sumber kontaminasi air minum dan air tanah di seluruh dunia. Kebanyakan orang PFAS dari kran air minum. Pencemaran PFAS di sistem perairan dan badan-badan air berasal dari limbah yang mengandung PFAS di Tempat-tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA). Lebih jauh lagi, PFAS juga dilepaskan dari kemasan makanan dan peralatan masak ke dalam makanan kita.

Dampak-dampak kesehatan : PFAS merupakan kimia pengganggu metabolisme tubuh yang berdampak pada sistem kekebalan tubuh, fungsi hati, dan tiroid. PFAS juga mengubah masa pubertas, meningkatkan risiko kanker payudara, dan diasosiasikan dengan kanker-kanker ginjal, testikel, prostat, kanker ovarium, dan limfoma non-Hodgkin.

5.BROMINATED FLAME RETARDANTS, BFRS

Siapa mereka : Penghambat nyala terbrominasi (Brominated flame retardants) atau BFRs merupakan kelas kimiawi yang digunakan untuk mengurangi sifat mudah terbakar dalam produk-produk plastik dan mencegah penyebaran api. BFRs digunakan dalam busa (foams), polistiren, dan resin epoksi yang dipakai dalam kerangka atau pembungkus produk-produk elektronik dan pembungkus kabel (misalnya penutup plastik untuk komputer, TV, dan produk-produk peralatan rumah tangga), pada tekstil, busa (foams) furnitur, karpet, bahan bangunan, dan banyak ditemukan pada mainan anak-anak berbahan plastik.

Jalur pajanan : BFRs terlepas dari produk dan dapat ditemukan dalam debu-debu di dalam rumah. Anak-anak kecil menelan BFRs dari perilaku tangan-ke-mulut, dan dari perilaku menjilat mainan yang terbuat dari plastik daur ulang yang mengandung BFRs. Pemrosesan limbah plastik merupakan sumber pajanan BFRs yang signifikan pada manusia karena meskipun BFRs sudah dikontrol. Konvensi Stockholm masih mengizinkan beberapa jenis BFRs digunakan dalam plastik untuk daur ulang. Sampel global menunjukkan bahwa kehadiran BFRs cukup luas dan banyak dalam mainan anak-anak yang terbuat dari plastik daur ulang yang dijual di banyak negara.

Dampak-dampak kesehatan : BFRs mengganggu perkembangan reproduksi laki-laki dan perempuan, mengubah perkembangan tiroid, dan mengganggu perkembangan syaraf. Pajanan terhadap BFRs diasosiasikan dengan kinerja IQ terkait psikomotor dan atensi pada anak-anak.

6.DIOKSIN

Siapa mereka : Dioksin, yang dianggap zat paling beracun di dunia, adalah produk samping dari proses industri dan pembakaran yang terjadi saat manufaktur produk-produk plastik yang menggunakan BFRs dan saat plastik yang mengandung BFRs dibakar atau dipanaskan dalam proses daur yang mencetak produk baru. Tidak ada tingkat pajanan dioksin yang aman. Dioksin larut dalam lemak, mengikat tanah, dan dapat terakumulasi di jaringan lemak hewan dan manusia.

Jalur pajanan : Pajanan dioksin dapat terjadi melalui jalur oral, dermal dan inhalasi. Perilaku anak-anak seperti menjilat mainan yang terbuat dari plastik daurulang yang berasal dari limbah elektronik berisiko menimbulkan efek kesehatan yang berbahaya dari bahan beracun tersebut. Kontaminasi dioksin dalam rantai makanan lokal telah didokumentasikan di perkampungan-perkampungan dimana limbah elektronik dibuang dan dibakar, tempat pembuangan sampah dimana sampah plastik menumpuk, dan tempat sampah plastik dibakar untuk bahan bakar pada tingkat yang sebanding dengan titik panas (hotspots) dioksin.

Dampak-dampak kesehatan : Pajanan dioksin mempengaruhi perkembangan orak, mengganggu tiroid dan sistem imun tubuh dan diasosiasikan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, dan kerusakan system imunitas.

7.UV STABILIZERS

Siapa mereka : UV stabilizers adalah aditif yang digunakan untuk melindungi bahan bangunan dari plastik, suku cadang kendaraan, lilin (waxes), dan cat dari pelapukan akibat radiasi ultraviolet. Beberapa UV stabilizers saat ini masuk ke dalam Daftar Kandidat Substansi dengan Perhatian Tinggi (Candidate List of Substances of Very High Concern) yang diajukan oleh Agen Kimia Eropa (European Chemicals Agency atau ECHA) karena sifatnya yang tidak mudah terurai (persisten), bio-akumulatif, dan sifat dasarnya toksik. Pemerintah Swiss baru-baru ini mengajukan proposal kepada Konvensi Stockholm untuk memasukkan UV-328 ke dalam daftar sebagai POP (Persistent Organic Pollutant) yang diatur dalam Konvensi Stockholm.

Jalur pajanan : UV stabilizers dapat terlepas dari kemasan-kemasan pembungkus ke dalam makanan. Senyawa kimia ini juga ditemukan dalam debu di rumah-rumah.

Dampak-dampak kesehatan : Beberapa penelitian menunjukkan bahwa UV stabilizers mengganggu fungsi endokrin, menghambat proses pertumbuhan yang normal dan memperkenalkan efek estrogenik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *