Tak Berkategori

Ikan Mati Massal : Menteri Lingkungan Hidup, Menteri PUPR dan Gubernur Jatim dinyatakan Melakukan Perbuatan Melawan Hukum

Suasana Sidang Putusan kasus Ikan Mati Massal di Sungai Brantas, Pengadilan Negeri Surabaya

Akhirnya gugatan yang diajukan ECOTON dengan nomor perkara  08/Pdt/2019 dikabulkan oleh majelis pemeriksa perkara pengadilan negeri surabaya. Proses persidangan yang dilalui kurang lebih 1 tahun sejak gugaatan didaftarkan pada Januari 2019 sampai hari ini membuahkan hasil telak dan memuaskan.

“Seluruh eksepsi para tergugat yakni KLHK, PUPR dan Gubernur ditolak tanpa terkecuali, terkhusus Gubernur Jawa Timur yang dalam jawaban dan eksepsinya menyertakan Gugatan Rekonpensi. Hal ini secara jelas kuasa hukum Gubernur yang diwakili Biro Hukum dari instansi tersebut tidak membaca dan memahami UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada pasal 66 yang berisi bahwa setiap orang yang memperjuangkan lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat digugat secara perdata dan dituntut pidana”, menurut Rulli Kuasa Hukum ECOTON ditemui setelah sidang putusan.

Majelis hakim juga menyebutkan bahwa alat bukti yang diajukan Para Tergugat adalah sebuah kenormatifan belaka yang sifatnya arsip tanpa adanya tindakan yang signifikan untuk melakukan penanganan ikan mati di kali brantas sejak Tahun 2012.

Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin oleh Ibu Anne Rusiana mengabulkan gugaatan ECOTON yaitu:

  1. Mengabulkan tuntutan penggugat untuk sebagian
  2. Menyatakan bahwa PARA TERGUGAT telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum
  3. Memerintahkan PARA TERGUGAT untuk meminta maaf kepada masyarakat di 15 Kota/ Kabupaten yang di lalui Sungai Brantas atas lalainya pengelolaan dan pengawasan yang menimbulkan ikan mati massal di setiap tahunnya.
  4. Memerintahkan PARA TERGUGAT untuk memasukkan program pemulihan kualitas air sungai brantas dalam APBN 2020
  5. Memerintahkan PARA TERGUGAT untuk melakukan pemasangan CCTV di setiap OUTLET LIMBAH CAIR wilayah DAS Brantas untuk meningkatkan fungsi PENGAWASAN para pembuang Limbah Cair.
  6. Memerintahkan PARA TERGUGAT melakukan pemeriksaan independen terhadap seluruh DLH di Provinsi Jawa Timur baik DLH provinsi maupun DLH kabupaten/kota dalam hal pengawasan pembuangan limbah cair, dengan melibatkan unsur masyarakat, akademisi, konsultan lingkungan hidup dan NGO di bidang pengelolaan lingkungan hidup.
  7. Memerintahkan PARA TERGUGAT mengeluarkan peringatan terhadap industri khususnya yang berada di wilayah DAS Brantas.Untuk mengolah limbah cair sebelum di buang ke sungai.
  8. Memerintahkan PARA TERGUGAT melakukan tindakan hukum berupa sanksi administrasi bagi industri yang melanggar atau membuang limbah cair yang melebihi baku mutu berdasarkan PP 82 Tahun 2001.
  9. Memerintahkan PARA TERGUGAT untuk memasang Alat Pemantau Kualitas Air Real Time di setiap Outlet Pembuangan Limbah Cair di Sepanjang Sungai Brantas, agar memudahkan pemerintah untuk mengawasi dan memantau industri.
  10. Memerintahkan PARA TERGUGAT untuk melakukan kampanye dan edukasi masyarakat wilayah sungai Brantas untuk tidak mengkonsumsi ikan yang mati karena Limbah Industri.
  11. Memerintahkan DLH Kabupaten/Kota untuk melakukan pengawasan industri dalam tata cara pemantauan dan pembuangan limbah cair Industri.
  12. Memerintahkan PARA TERGUGAT untuk membentuk tim SATGAS yang beroprasi untuk memantau dan mengawasi pembuangan Limbah Cair di Jawa Timur, khususnya pada malam hari.

 

Surabaya, 18 Desember 2019

Rulli Mustika Adya, kpkromusa@gmail.com, +62 82234100211
Azis, azisae18@gmail.com, +62 81234414715

________________________________________________________
ECOTON (Yayasan Kajian Ekologis dan Konservasi Lahan Basah) bekerja merealisasikan kelestarian keanekaragaman hayati dan fungsi lingkungan bagi manusia, melalui ekosistem sungai yang adil dan partisipatif serta pengelolaan lahan basah melalui riset, edukasi dan litigasi.

www.ecoton.or.id | official@ecoton.or.id | 0821.5000.9012 (WA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *