Tak Berkategori

Sampah Plastik Meracuni Rantai Makanan Indonesia : Tingkat Dioksin, PFOS & Bahan Kimia Terlarang Lainnya Dalam Konsentrasi Yang Mengkhawatirkan Ditemukan Pada Telur Yang Diambil Dekat Lokasi-Lokasi Pengolahan Sampah Plastik di Indonesia

Embargoed Press Release

Embargo  November 14th, 2019 at 1:01am., Gothenburg, Sweden (CEST)/Jakarta, Indonesia (GMT +7)

Attn: News, Environment, Health Editors

Contacts:  Lee Bell, leebell@ipen.org, +61 417196604 or skype westtoxl

Yuyun Ismawati, yuyun@balifokus.asia, +44 75 8376 8707

Laura Vyda, LauraVyda@ipen.org, +01 510 387-1739

Prigi Arisandi, prigi.bening@gmail.com. +62 81 75033042

 

Sampah Plastik Meracuni Rantai Makanan Indonesia :

Tingkat Dioksin, PFOS & Bahan Kimia Terlarang Lainnya dalam Konsentrasi yang Mengkhawatirkan Ditemukan pada Telur yang Diambil Dekat Lokasi-lokasi Pengolahan Sampah Plastik di Indonesia

(Gothenburg, Swedia) : Bahan kimia yang sangat beracun, yang menimbulkan risiko mengerikan bagi kesehatan manusia, ditemukan dalam konsentrasi yang membahayakan di dalam telur ayam kampung di salah satu kampung Indonesia di mana sampah plastik ditimbun. Salah satu temuan yang mengkhawatirkan adalah tingginya kadar dioksin dalam telur yang diambil di dekat sebuah pabrik tahu di Indonesia yang membakar plastik sebagai bahan bakar. Konsentrasi dioksin yang tinggi yang ditemukan di Indonesia ini hampir sama dengan konsentrasi dioksin dalam telur yang diambil di dekat hotspot Agent Orange di Bien Hoa, Vietnam, yang dianggap sebagai salah satu lokasi yang paling terkontaminasi dioksin di dunia. Studi ini merupakan studi pertama yang menunjukkan kontaminasi rantai makanan di Asia Tenggara dengan kandungan bahan kimia berbahaya dalam konsentrasi tinggi sebagai konsekuensi dari buruknya pengelolaan sampah dan impor limbah plastik yang tak terkontrol.

Dalam laporan “Limbah Plastik Meracuni Rantai Makanan Indonesia,” para peneliti dari jaringan global untuk advokasi kebijakan dan kesehatan lingkungan IPEN, bersama Arnika Association dan LSM Indonesia Nexus3 dan Ecoton, menjelaskan hasil pengumpulan dan analisis telur ayam kampung di komunitas Bangun dan Tropodo di Jawa Timur. Limbah plastik impor telah membanjiri komunitas-komunitas ini sejak Cina menutup pintu untuk limbah plastik dunia pada tahun 2018. Volume impor limbah plastik Indonesia naik dua kali lipat antara 2017 dan 2018, menurut data UN Comtrade. Di Desa Bangun, warga membakar tumpukan sampah plastik untuk mengurangi volume tumpukan sampah di jalan dan tumpukan di sekitar rumah. Di Desa Tropodo, limbah plastik digunakan untuk bahan bakar pabrik tahu.

Telur yang dikumpulkan dari masyarakat ditemukan mengandung bahan kimia terlarang yang sangat berbahaya termasuk dioksin, zat penghambat nyala, dan PFOS yang merupakan bahan kimia yang “beracun selamanya”. Hasil analisis menemukan konsentrasi dari dioksin, bifenil poliklorinasi (PCB), eter difenil polibrominasi (PBDEs), parafin terklorinasi rantai pendek (SCCP) dan perfluorooctane sulfonate (PFOS) dalam tingkat tinggi pada sampel telur ayam kampung. Semua bahan kimia beracun ini diatur secara global dalam Konvensi Stockholm, sebuah perjanjian yang mengikat secara hukum yang dikelola oleh PBB.

Ringkasan dari temuan :

  • Kadar dioksin tertinggi kedua dalam telur dari Asia yang pernah diukur ditemukan dalam sampel yang diambil di dekat pabrik tahu di Tropodo, yang membakar plastik untuk bahan bakar. Konsentrasi ini sebanding dengan konsentrasi dioksin tertinggi yang tercatat dalam telur di Asia, yang diambil dari situs Bien Hoa di Vietnam, pangkalan udara Angkatan Darat AS, dimana tanah di wilayah tersebut terkontaminasi berat oleh Agent Orange.
  • Orang dewasa yang memakan satu telur dari ayam kampung yang dilepas untuk mencari makan di sekitar pabrik tahu di Tropodo, akan melebihi asupan harian yang ditoleransi (Tolerable Daily Intake/TDI) oleh Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) untuk dioksin terklorinasi sebanyak 70 kali lipat.
  • Telur yang dikumpulkan dekat tempat pembuangan plastik di Desa Bangun terkontaminasi oleh PFOS (bahan kimia yang “beracun selamanya” yang diregulasi secara global) pada konsentrasi yang sebanding dengan kawasan industri di Eropa.
  • Telur dari Tropodo dan Bangun mengandung SCCPs dan PBDEs, bahan kimia tahan api beracun yang digunakan dalam plastik.

Sejumlah penelitian telah menghubungkan bahan kimia yang ditemukan dalam telur dengan sejumlah dampak terhadap kesehatan. Pajanan dioksin terkait dengan berbagai penyakit serius pada manusia, termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan endometriosis. Bahan kimia penghambat nyala, SCCPs, dan PBDEs mengganggu fungsi endokrin dan secara negatif mempengaruhi kesehatan reproduksi. PFOS menyebabkan kerusakan sistem reproduksi dan kekebalan tubuh, dan dokumen internal perusahaan menunjukkan bahwa produsen tahu tentang toksisitasnya selama beberapa dekade, tetapi terus memproduksinya.

Skrap plastik memasuki Indonesia melalui impor daur-ulang, termasuk pengiriman skrap kertas. Satu setengah juta ton potongan kertas impor digunakan oleh pendaur ulang kertas sebagai bahan baku kertas baru di Indonesia setiap tahun. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah skrap plastik di dalam bundel kertas daur ulang yang diimpor ke Indonesia melonjak dari 2-10% menjadi 60-70%, menunjukkan bahwa skrap kertas digunakan untuk menyembunyikan pembuangan limbah plastik. Impor terutama berasal dari Australia, Kanada, Irlandia, Italia, Selandia Baru, Inggris, dan AS. Bangun dan Tropodo adalah desa-desa yang terkena dampak yang terletak di dekat perusahaan kertas. Mereka menerima lebih dari 50 ton plastik bermutu rendah setiap hari.

“Sampah plastik adalah masalah pencemaran kimia beracun yang serius,” kata Yuyun Ismawati, salah satu pendiri dan Penasihat Senior Nexus3 (Indonesia), dan penerima Goldman Environmental Prize untuk polusi dan limbah. “Hasil penelitian kami seharusnya menyalakan tanda bahaya di setiap komunitas yang berjuang menangani tsunami sampah plastik. Negara-negara utara harus berhenti memperlakukan negara-negara di Selatan sebagai tempat sampah mereka.”

Para ahli kimia dan kebijakan yang terlibat dalam penelitian ini sepakat bahwa bencana kesehatan lingkungan yang muncul yang diungkapkan dalam laporan ini menyerukan larangan total terhadap pembakaran sampah plastik, kontrol impor sampah plastik yang ketat, dan penguatan regulasi di tingkat nasional dan melalui kebijakan bahan kimia dan limbah global, serta mematuhi pada Konvensi Stockholm dan Konvensi Basel.

“Temuan-temuan nyata ini menggambarkan bahaya plastik bagi kesehatan manusia dan harus menggerakkan para pembuat kebijakan untuk melarang total pembakaran sampah plastik, mengatasi pencemaran lingkungan, dan secara ketat mengontrol impor,” kata penulis laporan Lee Bell, Penasihat IPEN dan anggota BAT/BEP Stockholm dan kelompok ahli Dioxin. “Dari penelitian ini jelas bahwa polusi plastik membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan tidak hanya dari banjir sampah plastik yang kasat mata, tetapi juga dari kontaminan kimia yang tak terlihat dalam plastik dan yang terlepas ke lingkungan saat membakar plastik.”

“Studi ini mengungkapkan kondisi di belakang layar, bagaimana sampah plastik membawa bahan kimia beracun ke dalam rantai makanan,” kata penulis laporan Jindrich Petrlik, Arnika Association. “Mengurangi produksi plastik dan toksisitas produk plastik adalah satu-satunya pilihan untuk masa depan yang bebas racun.”

“Komunitas kami tertimbun oleh sampah plastik dan juga diracuni oleh plastik,” kata Prigi Arisandi, Direktur Ecoton, Indonesia, dan penerima Goldman Environmental Prize. “Pembuangan sampah plastik dimana-mana harus dihentikan. Kalau tidak, kita akan tetap melihat negara-negara pencemar yang sama menemukan cara untuk membuang sampah plastik mereka di komunitas miskin di negara lain.“

###

Editor dan jurnalis, silakan hubungi LauraVyda@Ipen.org  untuk mengatur wawancara dengan penulis laporan dan untuk informasi tambahan.

IPEN (International Pollutant Elimination Network), jaringan kesehatan lingkungan global dari lebih dari 550 organisasi di 122 negara, bekerja untuk menghilangkan dan mengurangi zat yang paling berbahaya untuk membentuk masa depan yang bebas racun. www.ipen.org

Arnika Association adalah organisasi non-pemerintah Ceko yang didedikasikan untuk melindungi alam dan lingkungan yang sehat untuk generasi mendatang di dalam dan luar negeri, dan merupakan Pusat Regional IPEN untuk Eropa Tengah dan Timur. www.arnika.org

ECOTON (Yayasan Kajian Ekologis dan Konservasi Lahan Basah) bekerja merealisasikan kelestarian keanekaragaman hayati dan fungsi lingkungan bagi manusia, melalui ekosistem sungai yang adil dan partisipatif serta pengelolaan lahan basah melalui riset, edukasi dan litigasi. www.ecoton.or.id

Nexus3 atau Nexus untuk Kesehatan, Lingkungan, dan Pembangunan (sebelumnya dikenal sebagai BaliFokus) bekerja untuk melindungi masyarakat, terutama populasi yang rentan, dari dampak pembangunan terhadap kesehatan dan lingkungan, untuk menuju masa depan yang adil, bebas racun, dan berkelanjutan. www.nexus3foundation.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *