ECOTON Desak KLHK, Kemenperindag dan Sucofindo Kendalikan penyelundupan Sampah Plastik Ke Jawa Timur dan Lakukan Upaya Pemulihan Kerusakan Lingkungan DAS Brantas

+

ECOTON mengirimkan Surat kepada 3 Institusi terkait Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) Penyelundupan sampah Plastik dan Kotoran Rumah tangga dari Luar negeri ke Jawa Timur Khususnya DAS Brantas.

Berdasarkan hasil pemantauan ECOTON pada bulan februari 2019 telah terjadi kegiatan pembuangan sampah dan penimbunan sampah rumah tangga berupa kotoran dari 11 pabrik kertas di DAS Brantas (nama perusahaan terlampir). Selain itu pada buangan limbah cair di 12 industri kertas yang berada di daerah aliran sungai Brantas Jatim.Pada buangan limbah cair tersebut ditemukan serpihan mikroplastik yang berbentuk : Fiber, Fragment, dan Lembaran. Dalam proses produksinya 12 pabrik kertas menggunakan bahan baku kertas bekas(used paper) impor yang bercampur sampah plastik (sampah gado-gado). Industri- industri tersebut membuang plastik dalam bentuk scrab dan plastik sampah (botol minuman, sachet, kantong kresek, popok, sepatu dan beragam barang bekas).
Tumpahnya sampah-sampah, kotoran rumah tanggah dari Amerika serikat, Australia, Kanada, New Zealand dan Inggris adalah bukti Bocornya pengawasan terhadap impor kertas bekas.
Aktifitas 12 pabrik kertas ini berpotensi membawa dampak kerusakan sungai Brantas. Ke 12 pabrik kertas ini telah melakukan pelanggaran karena menggunakan sampah gado-gado sebagai bahan baku. Kegiatan impor sampah tersebut bertentangan dengan :

(a). Undang undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

(b). Undang undang 32 Tahun 20019 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan

(c). Permendag Nomor 31/M-DAG/PER/5/ Tahun2016 Tentang Ketentuan Impor Limbah Non B3. Dengan masih adanya kegiatan impor sampah gado-gado yang berpotensi membawa kerusakan Sungai Brantas.

ECOTON bersama The Party Department Mendesak :

1. Direktur Impor – Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri untuk :
a. Penertiban dan pengawasan kepada 12 Industri Kertas di Jawa Timur yang telah melakukan tindakan membuang sampah dan kotoran dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris dan New Zealand di DAS brantas. Kegiatan ini selain merusak lingkungan juga mencoreng harkat martabat bangsa yang mau menerima kotoran dan sampah rumah tangga dalam kertas bekas yang diimpor
b. Melakukan penertiban dan desakan kepada Negara eksportir untuk tidak mencampur sampah plastic dan kotoran rumah tangga dalam waste paper, old newspaper dan kertas karton yang diekspor ke Indonesia, karena Indonesia melarang impor sampah

2. PT SUCOFINDO untuk segera :
a. Melakukan pengecekan waste paper yg Akan di impor dari kontaminasi plastik di negara asal dengan dengan sungguh-sungguh sehingga kontaminan dalam kertas seperti Plastik, Kaleng, popok bekas, cotton bud, celana dalam tidak lagi tercampur dalam waste paper
b. Memasukkan informasi bila di temukan jumlah kontaminasi plastik dalam dokumen laporan surveyor, sehingga akan meminimkan dampak kerusakan lingkungan
c. Mencantumkan foto hasil pemerikaaan isi kontainer dari negara asal waste paper dan melaporkannya dengan benar sehingga meminimalkan kebocoran sampah.

3. Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia untuk segera :
a. Kajian dampak lingkungan akibat kegiatan dumping sampah plastic import di DAS Brantas
b. Menyusun rencana Strategis Pemulihan lingkungan DAS Brantas akibat kegiatan pencucian dan proses pabrik kertas yang menghasilkan mikroplastik, pembakaran dan penimbunan sampah-sampah plastic yang dibuang di DAS Brantas
c. Melakukan upaya Sosialisasi Kepada Industri Kertas Di Jawa Timur Untuk mengendalikan, dan mengawasi kontaminasi plastic dalam bahan baku berupa kertas bekas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *